Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Saturday, January 14, 2012

Dear tears

Kamu bernafas dan hidup dalam hatiku
Hatiku menangis ketika kamu pergi menjauh dari hatiku
Dari hari-hari aku mengenalmu, aku terus memikirkanmu

Air mata terus mengalir, jatuh tanpa henti
Hatiku sakit karenamu dan hal itu terus menyakitiku
Setiap hari aku merindukanmu, layaknya hari ini
Air mataku jatuh lagi

Kata-kata aku mencintaimu tersekat dalam tenggorokanku
Melihatmu, aku putuskan untuk menelan kembali kata-kata itu
Meluncur menjadi angin, terbang menjauh
Kata-kata yang tidak dapat kusampaikan kepadamu
Menjadi nafas panjang yang mengalir melalui hatiku

Kau selalu muncul di depanku
Mengisi hatiku yang kosong hingga meluap
Kini menjadi air mata sakit hati, air mata kerinduan 
Namun di hatiku, kau tetap membawa kebahagiaan


Air mataku terus mengalir, jatuh tiada henti
Karena aku mecintaimu, karena air mata ini air mata kasih sayang
Bahkan ketika kau berada di sampingku
Aku tetap dapat mengatakan bahwa
Aku benar-benar mencintaimu

Tuesday, June 15, 2010

Oh, mine

Termenung, diam dan menyendiri.
Bayangnya melintas.
Membuatku tersenyum dan bahagia akan cinta.
Kusadari dia yang kucintai.
Kusanggupi , dia akan kumiliki.
Memilikinya seakan membuat dunia menjadi indah.
Namun dimatanya tak pernah lebih bayanganku.
Baginya ku hanya penghibur lara.

Dia,
Dia yang merampas hatiku.
Hingga kapan dia akan simpan dalam tempat tak terurus?
Mengapa tak coba ia kembalikan apa yang seharusnya memang milikku?

Menyerah, itu yang kuinginkan.
Suatu suara menguatkanku untuk tetap bertahan.
Meninggalkan semua cinta yang datang hanya untuk menanti cintanya.
Hingga kini tak kudapatkan.

Air mata kesedihan menghiasi malamku.
Senyum kepedihan menghiasi langkahku.
Tak bisa aku melupakannmu.
Meski kau terus sakiti aku.

Bayangmu selalu hadir didalam hariku.
Mambawa tawa dalam sedihku.
Membawa senyum dalam tangisku.
Membawa bahagia dalam lamunku.
Membawa tenang dalam tegangku.

Tapi akankah bayangku terlintas dalam benakmu?
Akankah kau memikirkanku seperti aku memikirkanmu?
Akankah kau membawa kebahagiaan dalam cintaku?

Senyummu mengingatkanku.
Kenangan indah yang tak terlupa.
Kenyamanan saat itu.

Sakiti terus hatiku.
Tak pernah aku berniat seperti itu padamu.
Meski kau terus sakiti hatiku.
Cintaku lebih besar dibanding lukaku.

By : Anastasya

Thursday, May 13, 2010

I love you

Terperosok hatiku disudut kelemangan.
Jauh dan jauh menerawang mencari arti cintamu yang hitam pekat tak bertepi.
Ku menyadari bahwa kau yang kucintai.
Ku sangupi bahwa kau akan kumiliki.

Tapi semua hanya sebatas kapur yang tergores di papan.
Itulah hatiku.

Kau penaku yang menggores namamu di hatiku.
Tinggalkan cinta dariku untukmu.
Ku ingin kau mengerti hatiku.
Ku ingin kau menyadari sukma jiwaku.

Andai kau disini menyapaku.
Akan ku ikat erat cintamu dipangkuanku.
Tapi itu semua tinggallah rapuh.

Kau lebih mencintai yang lain.
aku disini tersenyum bersama lukaku.
Bersama puing-puing cintamu yang retak.

Berharap suatu saat kau mengerti.
Walau perih akan tetap kuracik pecahan beling hati ini.
Berfikir positif bahwa cinta tak harus memiliki.
Dan biar mimpi yang menjadi bunga malamku.

Cinta Yang Tak Pasti

mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja jg menyakiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi padaku

sekarang mustahil bagiku
bahkan menyentuh bayangmu, aku tak mampu
sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku
dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku
aku tau cinta ini sudah tak laku

tapi biarkan cinta ini aku miliki
biarkan cinta ni menjadi bebanku
aku tak peduli
meski menghambat jalanku
aku tau mencintaimu adalah tak pasti

Bahagia bisa menyayanginya

Entah sampai kapan ku bisa bertahan
menjaga seutuhnya kasih sayangku
meski dia bukan milikku,aku bahagia..
Meski aku tak sesempurna seperti yang dia minta
aku tetap bertahan

dimanapun aku menatap dunia
yang terbayang hanya senyum terindahnya
bahkan saat aku tak bisa lagi menatap dunia
kuharap aku bisa merasakan hangat canda tawanya

selamanya aku menunggu
hingga dia menyadari akan kasih tulusku

Wednesday, May 12, 2010

that's so cool

Seandainya aku tak akan pernah boleh melihatmu lagi,apa jadinya?
Apakah masih bisa aku meneteskan air mata, jika sekarang saja sudah begitu banyak waktu yang ku sia-siakan untuk menangis..

Bila aku hidup di kehidupan yang lain & menjalani kehidupan sebagai orang lain,
semuanya tak akan pernah sama seperti ini,
segala kesedihan seperti saat ini aku tak akan mengetahuinya,
dan segala kepedihan yang kurasakan juga tak akan kamu rasakan..

Setiap hari aku mencoba melupakanmu, namun hanya bibirlah yang beraksi, bukan hati.
Setiap hari aku meninggalkanmu,hanya fisik yang bertindak, bukan pikiran,
dalam hati sungguh aku telah merahasiakanmu..
Tak akan pernah melepas, dan menahan perih atas rasa cinta yang begitu menggila..

Aku percaya, seperti banyak org lainnya, cinta mampu membuat bahagia,
tapi bukan cinta yang kita rasakan..
Ketidakmampuan untuk saling memiliki dan membebaskan cinta dari sebuah ikatan,
hanyalah surga yang memberikan hukuman yang begitu menyiksa

Aku hanya mencintaimu, dan itulah fakta yang tidak bisa dipungkiri oleh siapapun & apapun.
Tapi di saat yg bersamaan, cinta yang sama membawa nyeri di batinku..
Dan pada akhirnya, hidup ini hanya ada air mata yg tak pernah sanggup menjelaskan sejuta alasan menetesnya ia..

Seperti ini, menangis, mencoba menelan rasa sakit, apa kah berhasil membuatku melupakan semua rindu yang kamu beri?
Ucapanku membantai semua keberanianku untuk mengatakan semua telah berakhir,
terkadang saat kepahitan menelan kesadaranku, aku seperti orang lain yg berusaha sekuat tenaga -yg ntah masih ku punya atau tidak- untuk menahan keinginan meneriakkan pd semua orang betapa aku masih ingin jd seseorang yang bs mencintaimu dengan terbuka, tidak seperti ini..
Sungguh, itu sangat menakutkan ku..

Jika tidak didunia yang nyata, akankah aku bisa tetap mencintaimu dalam mimpi?
Sehingga tak ada lagi hari-hari seperti sekarang,
yang hanya dihabiskan untuk menangis dan menangis lagi, hingga aku lelah sekali..
sampai ku tertidur, bangun, dan kapanpun, sampai kapanpun tetap seperti itu, tak ada yang berubah dan kamu tetap bukan hakku..

Seperti itulah saat ini aku mencintaimu,
seperti orang yang kehilangan akal,
aku mengucapkan cinta padamu dihadapan udara kosong.
Mungkin dengan itu bisa membantuku untuk sedikit meringankan beban yang ada,
mungkin...
Aku sendiri pun tak bs memastikannya

Satu persatu semua ingatan akan semua yang pernah kita jalani, aku hitung dan aku jabarkan,
hatiku tak bisa beristirahat walau hanya sejenak,
selalu mencoba mencari jawaban dr pertanyaan 'mengapa aku tak bisa membuang jauh2 semua itu?'

Aku,adalah sebuah kesalahan terbesar dari butanya sebuah cinta,
dan di satu tempat, hanya satu tempat, aku terpaku, menatap pada sebuah sinar redup yang menyedihkan, yaitu hatimu..

aku ingin tau, pernahkah kamu memikirkan, sudah seberapa lelah aku menangis..
seberapa pun kerasnya usahaku untuk menjangkaumu, meneriakkan namamu, semuanya tak akan merubah kenyataan bahwa kamu begitu jauh dariku, dan itulah kepahitan yang paling menakutkan..

Bisakah kamu memberitahuku?
Sudah seberapa sering aku mencoba nyaman dengan kebohonganku yang mengatakan 'aku bahagia jika kamu bahagia..'
Klise,dan sebuah ke-klise-an itu lah yg membohongi diriku sendiri..
Pernah kah kamu merasa, bahwa ini sangat berat, seperti aku yg begitu berat menahan semuanya..

Tidak bisa memilikimu, tetapi tidak bisa melupakanmu..
Aku mendapati diriku menggumamkan 'aku merindukanmu' setelah aku meneriakkan 'aku mencintaimu..'

Apapun membodohkanku,
Dengan segala ketidaksempurnaanku,aku mencintaimu..

Kamu hadir dengan cinta lama yg msh kamu jaga, merusak semua pertahananku...
kamu datang, dengan memberiku tantangan untuk memilih..
Apa kamu pikir aku mampu?

Kamu menahan rasa perih demi mencintaiku, dan berusaha meredamkan perihku tanpa peduli akan pedih hatimu sendiri..
Kamu mengatakan semua akan baik-baik saja,
Yakinkah kamu?
Sedangkan kamu sendiri mencintaiku dengan hati yang teriris-iris, yg jika bisa dilihat, lukanya sudah penuh & tak menyisakan ruang..

Apa kamu pikir aku mampu..?
Atau mungkin, pertanyaan yang benar, apa kita mampu.

Cintaaa

Kamu tak ‘kan pernah mendapatkan cinta
Cinta seperti yang aku berikan kepada kamu
Kamu nanti pasti ‘kan menyadarinya
Saat aku tak lagi ada

Kamu tak ‘kan pernah tahu betapa aku
Memuja kamu seperti ku memuja dewa cinta
Kamu nanti pasti ‘kan menyadarinya
Saat aku tak lagi ada

Cinta ini cinta yang tak perlu
Mendapatkan balasan cinta
Meski hatiku perih
Menahan cinta yang terluka
Cinta yang buatku bertahan
Pasti ada air mata

Kamu tak ‘kan pernah tahu betapa aku
Memuja kamu seperti ku memuja dewa cinta
Kamu nanti pasti ‘kan menyadarinya
Saat aku tak lagi ada

Cinta ini cinta yang tak perlu
Mendapatkan balasan cinta
Meski hatiku perih
Menahan cinta yang terluka
Cinta yang buatku luka
Cinta yang buatku bertahan
Meski ada air mata

Cinta ini cinta yang tak ‘kan tergantikan
Cinta ini cinta yang tak ‘kan tergantikan

Inilah satu-satunya cinta yang tak perlu
Mendapatkan balasan cinta
Meski hatiku perih
Menahan cinta yang terluka
Cinta yang buatku luka
Cinta yang buatku bertahan
Meski ada air mata