Friday, July 15, 2011

Nothing

Mungkin terlalu bodoh gw masih menunggu lo hingga saat ini.
Penantian panjang telah gw lalui.
Apa daya gw ga bisa berbuat apa-apa.
Berharap keajaiban bisa datang saat ini.
Atau sang peri cinta mengubah takdir cinta gw menjadi sebuah kebahagian.
Mungkin dunia ini bukan dunia dongeng dimana semua dapat berbahagia.
Bukan dunia yang semua cinta dapat terbalas.
Perasaan ini bukan apa-apa dimata lo.
Kini gw pun sedikit banyak tidak peduli dengan apapun reaksi lo nantinya.
Mungkin gw sedang memfokuskan diri bagaimana untuk dapat melupakan diri lo.
Atau lebih tepatnya memfokuskan diri gw untuk berhenti mengejar cinta yang seharusnya ga pernah patut gw kear.
Apa lo ngerti rasanya?
Bagaimana susah payahnya gw mempertahankan cinta ini hampir sendirian!
Bukan sesuatuhal yang mudahatauyang enak untuk dijalani, namun tetap gw jalani.
Betapa susah payahya gw mencari tahu sendiri segala sesuatu tentang lo sendirian (dengan bantuan Tuhan tentunya).
Betapa hati gw hancur ketika gw harus mengetahui bahwa lo sudah punya pacar.
Rasanya gw emang ga patut untuk menangis, karena sejujurnya di dalam hati gw sudah memint gw menyerah dan berkata ga akan pernah bisa bahagia dengan lo.
Namun, harapan itu nampaknya ga pernah lelah untuk menghampiri gw sampai saat ini, sampai lo punya pacar, hingga saat hati gw mengernyit untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan gw ga pernah ketemu lo, dan harus bertemu lo saat di rumah duka ibu gw.
Mungkin seharusnya gw senang untuk kesempatan dapat menemui lo setelah sekian lama kita ga pernah ketemu, andai saat itu lo ga pernah bawa cewek lo dan memperkenalkannya pada gw, dan saat itu juga gw merasa menjadi orang terbodoh yang sudah menanti lo karena 5 huruf yang ga prenah berarti!
Saat itu hati gw hampa rasanya, masih tentang kehilangan dalam perasaan yang sama dan dalam kurun waktu yang tak terlalu jauh!
Gw rasakan hati gw mungkin telah hancur sebagian, saat gw kehilangan mama gw dan beberapa bagian saat gw kehilangan lo.
Mata gw yang biasanya sangat mudah untuk berbohong, saat itu ga bisa lagi berbohong selalu ingin menatap lo, ingin menangis agar lo bisa mendekap gw dan menenangkan gw.
Gw takut cewek lo tau dan sadar, karena biasanya feeling cewek cukup kuat!
Akhirnya hari-hari itu dapat gw lalui!
Dan gw ingin mengucapkan terima kasih pada lo, karena lo gw dapat merasakan yang namanya cinta, meski ga berakhir bahagia, namun makasih.


Tuesday, April 12, 2011

Miss You, guys

Perlakuan yang kurang baik di sekolah gw, membuat gw merindukan kehadiran temen-temen gw!
Mereka membuat seolah-olah gw amat tersingkir dan minoritas!
gw tau, gw beda dari mereka.
Begitukah sepantasnya perlakuan mayoritas di negara berasa Bhineka Tunggal Ika ini terhadap kalangan minoritas?
Kurang adil rasanya!
Mereka emang ga akan pernah ngerti sebelum mereka menjadi diri gw.
Mereka yang selalu memojokkan gw, membuat gw rindu akan kehangatan HARBUN!

Harbun, memang bukan sekolah ternama, terkenal!
bukan juga sekolah besar!
Tapi disekolah kecil itu gw menintih ilmu dari SD sampai SMP!
di sana, seengganya, membuat gw seolah-olah merasa memiliki 'The Second Family'
Emang ga banyak murid, kelas juga cuma 3, masing-masing angkatan cuma terdiri dari satu kelas.
Namun, gw senang, disana, banyak teman seperjuangan gw menintih ilmu yang sebenarnya ga terlalu mudah untuk dijalani.
Namun mereka membuat hari-hari menjadi nyaman dan membuat hari-hari gw berwarna.
Seakan-akan membuat gw tak pernah bosan menjalani hari ini!
Membuat gw menungggu apa yang akan terjadi pada hari esok membuat penasaran yang begitu dalam!
Rasanya ga ingin mereka pernah pergi, meninggalkan dunia gw yang sepi! :D
Gw senang menjalani hari-hari bersama mereka!
waw, just like an amazing!
Begitu banyak kisah lucu, sedih, bahagia yang tercipta!
Membuat gw senang tertawa sendiri saat mengingat-ingat hal-hal tersebut yang tersimpan dalam hati saja!
Miss You so much guys.
Can you feel what i feel?

Monday, March 14, 2011

Mamma!

Malam menjadi terasa begitu larut bagiku.
Mimpi indahpun menjadi mimpi buruk.
Kehilangan, sesuatu yang mutlak yang harus dirasakan seseorang.
Begitu berat ketika mengetahui kita harus kehilangan orang tersayang.
Mama.
Sebentar lagi umurku hampir 17 tahun pada bulan April tanggal 9.
Tapi mama tak bisa dan tak boleh melawan takdir harus pergi.
Begitu banyak rencana telah tercipta, namun apa daya.
Kesedihan menerpa begitu dalam, bagai air mata tak hentinya menetes, sakiiiit!
Menangis bukanlah cara terbaik.
Mengikhlaskannya cara terbaik.
Terpukul, sangat!
bagai dihujam oleh hujan badai dan bunga mawar yang datang tertawa mengejek.
tak banyak yang dapat ku lakukan.
Mungkin 1000 maaf tak pernah akan cukup untuk segala perbuatanku yang sengaja atau tak sengaja telah menyakiti hatinya.
Hati penuh sesal, kehilangan ini begitu dalam.
Mama, takan pernah terganti.
Mengapa, harus merasa seseorang itu berharga saat ia telah meninggalkan kehidupan kita?
rasanya kurang adil.
Periih,
Bagai dihujam 1000 jarum yang menusuk bertubi-tubi.
Rasanya bagai mimpi buruk yang ingin segera ditinggalkan.
Bangun dan melihat senyumnya merekah diwajahnya.
Memanggil dengan kata 'sayang' dengan penuh cinta.
Terlambat.
senyum itu telah menghilang.
Takkan ada kata sayang lagi yang terdengar dari suaranya.
Hanya dapat berharap menemuinya dalam mimpi.
Cara satu-satunya untuk bertemu dengannya, melihat senyumannya dan mendengar suaranya.
Sebelum aku tinggal bersamanya, disisinya untuk selamanya.
Kenapa?
haruskah dulu menyia-nyiakan jerih payahnya.
Mengabaikan kasihnya.
Dapatkah waktu terulang, Tuhan?
Kini menangis pun tiada guna.
Hanya berharap, mama mendapat tempat terbaik.
sampai suatu saat kita akan bertemu kembali.

Monday, February 14, 2011

Hannah Montana - I'll Always Remember You

I always knew this day would come
We’d be standing one by one
With our future in our hands
So many dreams so many plans

Always knew after all these years
There’d be laughter there’d be tears
But never thought that I’d walk away
with so much join but so much pain
And it’s so hard to say goodbye

But yesterdays gone we gotta keep moving on
I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya
The times that we had I’ll keep like a photograph
And hold you in my heart forever
I’ll always remember you

Nanananana

Another chapter in the book cant go back but you can look
And there we are on every page
Memories I’ll always save
Up ahead on the open doors

Who knows what were heading towards?
I wish you love I wish you luck
For you the world just opens up
But it’s so hard to say goodbye

Yesterdays gone we gotta keep moving on
I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya
The times that we had I’ll keep like a photograph
And hold you in my heart forever
I’ll always remember you

Everyday that we had all the good all the bad
I’ll keep them here inside
All the times we shared every place everywhere
You touched my life
Yeah one day we’ll look back we’ll smile and we’ll laugh
But right now we just cry
Cause it’s so hard to say goodbye

Yesterdays gone we gotta keep moving on
I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya
The times that we had I’ll keep like a photograph
And hold you in my heart forever
I’ll always remember you

Nanananana

I’ll always remember you
I’ll always remember you

Wednesday, February 2, 2011

Rabu, 2 Februari 2011

Hari ini hari yang buruk untuk gw.
Hari ini pembahasan tentang tulisan yang ada pada pintu kamar mandi yang mencela Bu Nurul, wali kelas gw.
Semua anak cewek angkatan gw disuruh kumpul setelah MBC, tepatnya setelah pulang sekolah.
Sekitar jam 5, guru pada belom dateng, gw ke TU untuk nelpon, mau ngasih tau orang rumah kalo pulangnya pasti telat.
Setelah itu, gw ama Fera balik ke Aloe Vera (tempat kumpul tadinya), eh udah gelap! kekonci lagi.
Katanya anak AK, pada pindah ke Curcumin.
Gw ama Fera menujulah ke Curcumin, dan sentak reflek gw langsung nyari tas gw pas Wiant ngasih tas Fera ke orangnya!
Dan, tas gw ga ada!
Ampe pulang ga ada juga!
Gw harap awalnya si Lia bersedia bawain tas gw bentar aja!
tapi nyatanya?
gw itu salah ngarepin dia! nyebelin!
Dia egois! gw emang egois tapi ga ampe pernah ngelupain temen gw! Gw benci benci benci!
Gw sebel ama dia!
Dan tas gw dibiarin terkunci di dalem Aloe Vera! Gw benci!
apa karena gw minoritas?
segitu jahatnya mereka ama gw!
Lihat ya nanti apa yang bisa gw lakuin buat kalian wahai teman-teman ku yang ga pantes disebut sebagai temen!
Kemarahan gw terlalu memuncak!
Ga bisa gw kontrol, bahkan ga terkontrol!
Langsung lah gw nulis status di FB and Twitter.
Bayangkan ya, besok itu libur Imlek, tapi tetep aja ada aja waktu yang dimanfaatin!
Ampe malem gw pulang, baru sekitar jam 7 gw nyampe rumah.
Bagus pas nyari tas gw ditemenin ama Lely, Putri ama Asty!
(thanks)
Sumpah gw nangis, gw pingin marah! tapi apa? gw ga bisa!
Gw itu ga bisa ngungkapin apa yang ada didalam hati gw!
Pingin teriak!
Di Fb ada lah lumayan menjadi penghiburan!
Varlyn ngewall gw, sama si Andrew ngomenin status gw!
Membuat gw sadar kalo gw masih punya Harbun Angkatan 2009-2010 yang masih amat gw sayangi dan gw rindukan!
Meski mungkin ga ama mereka.
Tapi gw pingin mereka selalu inget kalo kita pernah jalani 3 tahun sama-sama!

Terima kasih Tuhan, kau telah menunjukan siapa mereka yang sebenarnya!
Gw ga marah ama Fera karena Fera ikut ama gw dan dia pun ga tau kalo kita pindah!
Ataupun ama Wiant karena tempat duduk gw awalnya jauh ama dia!
Tapi gw kecewa ama Lia! jelas-jelas gw didepannya! masa bawain tas gw aja ga mau!
Itulah cerita gw pada hari Rabu ini!